Tradisi Lombok Timur
Mangan Bakeq
Ritual kebudayaan yang ada di desa
saya. Desa pohgading, kecamatan pringgabaya yaitu, “mangan bakeq”. Mangan bakeq ini merupakan adat yang
dilakukan oleh orang saat dia mengalami sakit dan memercayai bahwa sakitnya
tersebut disebabkan oleh makhluk halus. Bahan-bahan yang biasa disediakan saat
melakukan Mangan Bakeq ini yaitu, nasi, sayur (terong dan bayam), uang logam,
daun pisang, nampan, air dan kemenyan. Nasi ini dibentuk seperti gunung, diatas
nasi ini diletakkan telur yang sudah matang, sayur bayamnya dimasak sayur
bening, terongnya dibuat pelecing, daun pisangnya dibuat sebagai tempatnya, dan
kemenyannya dibakar. Dan kemudian, nampan yang dilapisi daun pisang tempatnya
menaruh semua makanan yang sudah disediakan. Anak-anak kecil yang biasa
diperbolehkan ikut bergabung untuk memakan semuanya dan satu orang dewasa
sebagai pemimpin doa. Setelah selesai makan, semua sisa makananan dibuang di
jalan raya, dan uang logamnya dibagikan ke anak-anak kecil tersebut.
Kontroversi dari adat ini yaitu,
beberapa orang mengatakan melanggar agama. Mereka beranggapan bahwa yang
dilakukan (mangan bakeq) tersebut syirik. Karena, lebih percaya terhadap
makhluk halus yang akan menyembuhkan penyakitnya dari pada Allah. Dan ada juga
beberapa yang beranggapan bahwa, Mangan Bakeq tersebut dilakukan hanya
membuang-buang nasi saja. Sedangkan kita tidak diperbolehkan membuang-buang
nasi. Menurut pandangan saya yang baik
tentang ritual ini yaitu, sah-sah saja melakukan ritual ini. Mengapa saya
mengatakan hal seperti ini. Karena, orang yang sedang sakit sangat menginginkan
kesembuhan. Berbagai cara akan ia lakukan supaya ia sembuh, mungkin dengan
Mangan Bakeq salah satunya yang dapat menyembuhkan dia. Jadi, mengapa tidak
dilakukannya Mangan Bakeq tersebut. Dalam proses pelaksanaan Mangan Bakeq juga
melakukan dzikir dan melantunkan ayat-ayat suci al-qur’an sebagai do’anya.
Jadi, menurut saya Magan Bakeq tidak menyimpang/melanggar agama. Kemudian, sisi
baiknya disini juga yaitu melihat anak kecil bahagia dan lahapnya makan,
walaupun lauknya sederhana, kebersamaannya, dan canda tawa mereka sangat
terlihat di sela-sela makan.
Tradisi yang luar biasa, lestarikan apapun upuya anda sebagai generasi muda sehingga tradisi ini faoat dinikmati oleh generasi yang akan datang.
BalasHapusIya widan..
HapusKeren👍👍
BalasHapusSemoga ilmunya bermanfaat😊
Aamiin..
Hapussangat bagus,,,smoga kebudayaan kita terus maju dan sukses slalu mbak
BalasHapusAamiin mbak sulis..
HapusArtikelnya keren...
BalasHapusMenambah wawasan bagi para pembaca...
.
.
Kembangkan... lagi....
Siip..
Hapussungguh bragam tradisi yang dimiliki oleh suku sasak. Semoga tradisi "mangan bakeq" ini terus dilestarikan oleh masyarakat sekitar, agar anak cucu kita kelak dapat menyaksikan tardisi ini.
BalasHapusSiip..
Hapusorang yang sakit itu juga ikut makan atau hanya anak kecil saja?
BalasHapusHanya anak kecil saja..
HapusBagus nih jadi pengetahuan tambahan...tetima kasih ya
BalasHapusSiip..
HapusTerimaksih postingannya , ditunggu postingan selanjutnya 😊
BalasHapusOkee..
HapusTerimakasih informasinya dek sangat bermanfaat
BalasHapusWah ternyata tradisi mangan bakeq hampir sama dengan kepercayaan orang bima parafu
HapusAlhamdulillah..
Hapusmeskipun memiliki kontraversi, tetapi cara ini sangat mujarab untuk menyembuhkan orang sakit.
BalasHapusAlhamdulillah..
HapusTetap melestarikan budaya daerah
BalasHapusSiip..
HapusPostingan yg bermanfaat. Bagus untuk mnambah wawasan akan tradisi lokal kita.
BalasHapusIya.. Alhamdulillah
HapusRitual ini bisa ngga ngobatin org kesurupan kak?
BalasHapusNggak bisa dik.
Hapusritual yang sangat unik dan menarik, tetap dilestarikan ya agar tidak memudar oleh perkembangan zaman yang sekarang.
BalasHapusHarus dilestarikan
HapusWah mrnarik 😊
BalasHapusUnik, tapi sangat berbau mistis yah...sungguh kepercayaan & kebudayaan yg beragam.
BalasHapusiya memang agak berbau mistis
Hapusokee.
BalasHapusKebudayaan di Lombok memang unik, tpi itu merupakan warisan dri leluhur kita, yg seharusnya ttap dilestarikan..
BalasHapusMajulah sasakku budayaku✊✊
mari sebagai generasi muda mengembangkan dan meluruskan dengan baik
HapusRitual semakin lama akan semakin disesuaikan dengan zaman. Dan tentunya harus mengambil nilai2 yang baik dari ritual tersebut dan tidak melupakan nilai2 yg sudah ada dan harus tetap ada dalam ritual tersebut.namun tetap memperhatikan nilai2 baik.
BalasHapusiya pasti menetapkan nilai-nilai yg baiknya
Hapuslesatrikan!
BalasHapusoke
Hapusbagaimana cara anda mnjaga tradisi anda, di saat jaman moderisasi seperti ksrang???????
BalasHapus