Kepercayaan Suku Sasak
Taliq Bunut
Taliq
Bunut merupakan suatu tradisi perjanjian yang dilakukan dengan mengikat pohon
beringin menggunakan plastik dan akar beringin itu sendiri, yang biasa di lakuakan oleh orang yang berziarah
ke makam Loang Baloq. Saat melakukan Taliq Bunut sambil mengucapkan nazar,
alangkah baiknya saat mengucapkan nazar cukup didalam hati, supaya tidak
didengar oleh orang lain. Pohon beringin ini ada di dalam Makam Loang Baloq dan
pohon beringin ini konon dikatakan sudah berumur puluhan tahun. Makam Loang
Baloq ini bertempat di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan. Banyak peziarah
yang datang ke tempat ini bertujuan untuk menyampaikan nazar dan berdoa. Misalnya,
seperti meminta jodoh, panjang umur, sehat, murah rezeki, dll. Jika kelak
mereka merasa nazarnya sudah kesampaian, perjanjiannya tersebut untuk datang
kembali lagi ke Loang Baloq ini harus dipenuhi, dan harus membuka lagi ikatan
yang sudah di buat sejak dulu. Akan tetapi, para peziarah yang datang ke Makam
Loang Baloq ini tidak mesti untuk melakukan Taliq Bunut, ada yang datang ke
Makam Loang Baloq ini hanya sekedar berziarah saja, tidak lebih. Jadi, para
peziarah tidak diwajibkan untuk melakukan Taliq Bunut tersebut.
Kemudian
“bapak Tarmizi, selaku penjaga Makam Loang Baloq saat saya mewawancarai
mengatakan bahwa, ikatan ini termasuk ikatan perjanjian dalam bahasa hukum.
Jangan sampai merusak aqidah atau jangan sampai yakin mati-matian memercayai
bahwa keinginannya kesampaian karena ngikat di pohon beringin. Jika kita terlalu
yakin akan masuk kesyirikan. Bapak Tarmizi juga menghimbau kepada peziarah yang
melakukan Taliq Bunut ini supaya tidak mengikatnya menggunakan plastik. Cukup
mengikatnya dengan menggunakan akar dari pohon beringin. Akan tetapi, bapak
Tarmizi tidak berhak melarang dengan tegas. Karena, orang terkadang beda
kepercayaannya. Mungkin ada orang yang lebih percaya mengikat menggunakan
plastik nazarnya cepat kesampaian dan sebaliknya. Padahal tujuan bapak Tarmizi
memberikan himbauan atau menempel himbauan tersebut di pohon beringin yaitu
supaya tidak ada sampah yang berserakan atau berjatuhan kebawah. Tepatnya lebih
menjaga kebersihan yang ada disekitaran Makam Loang Baloq tersebut. Nah, foto
yang saya ambil ini yaitu orang yang sedang melakukan Taliq Bunut dengan
mengikat menggunakan akar pohon beringin sambil membaca niat didalam hatinya.
Pohon
beringin tempat orang melakukan Taliq Bunut tersebut tumbuh seolah-olah seperti
melindungi makam Syech Gaus Abdurrazak, anak yatim, dan datuk laut. Beliau
merupakan pendakwah Islam dari Baghdad Irak yang menyebarkan Islam di
Palembang. Setelah dari Palembang, ia meneruskan perjalanan dan mendarat di
pesisir pantai Ampenan, Mataram. Setelah sampai, ia memberikan petuah-petuah
yang bersumber pada ajaran Islam kepada masyarakat setempat. Jadi, mungkin orang
juga percaya bahwa melakukan Taliq Bunut bisa mengabulkan nazarnya. Karena,
pohon beringin yang dimana tempat orang melakukan Taliq Bunut atau bernazar ini
melindungi makam yang sangat berarti dalam agama Islam. Makam Loang Baloq ini
ramai atau banyak melakukan Taliq Bunut
yaitu saat lebaran Idul fitri, perayaan lebaran ketupat, dan perayaan Maulid
Nabi.

Luar biasa, kembangkan.
BalasHapusokee
Hapusmenarik sekali👍👍 jadi pengen ke sana mbak..
BalasHapusayoo saya temani mbak hehe
Hapusmenarik sekali👍👍 jadi pengen ke sana mbak..
BalasHapuswah unik sekali, jadi pengen nyoba kesana.
BalasHapuscukup menambah wawasan dan bermanfaat untuk generasi muda.
alhamdulillah, ayoo saya temani kesana hhee
HapusMnurut penulis, apakah ktika kita bernazar, dan mengikat plastik di pohon tersebut, yg dinazarkan itu terkabul atau ndak, mnurut pngalamnnya sendiri?
BalasHapuspernah saya bertanya keorang yang sudah melakukan taliq bunut, dan kebanyakan yang pernah melakukannya tersebut doanya terkabulkan, dang langsung berkunjung lagi untuk membuka taliq bunut yang sudah diikat. tapi dengan terkabulnya keinginannya, seperti yang dikatakan oleh bapak tarmizi yang menjadi penjaga makam loang baloq, jangan terlalu mempercayainya karena akan bersifat syirik.
Hapusterima kasih infonya
BalasHapussiip..
HapusTerimaksih informasinya
BalasHapussiip..
HapusWah.. keren tulisannya.. saya baru tahu loh
BalasHapushehehee aamiin.. alhamdulillah jadi tahu sekarang
Hapuswahh unik juga tradisi satu ini. maksih informasinya
BalasHapussiip..
HapusBagaimana dengan orang yang main" atau tidak percaya tradisi itu, lalu ia mengikat tali bunut?
BalasHapusseperti yang sudah saya jelaskan diatas, saya mewancarai penjaga yang ada dimakam loang baloq yaitu bapak Tarmizi. ia berkata bahwa, kalau belum yakin untuk melakukan taliq bunut lebih baik jangan. karena melakukan suatu nazar itu tidak main-main, harus ada niat dari diri orang yang melakukan taliq bunut tersebut.
Hapusdan pasti orang yang melakukan nazar pasti atas niat dan sunggung-sungguh tidak ada yang main-main.
HapusInformasinya keren, tetapi kita harus tetap yakin bahwa hanya Allah yang maha mengabulkan doa.
BalasHapusiya benar..
HapusHal yg wajar untuk mempercayai hal2 seperti ini, asal tdk melenceng dr agama. Artikel yg sangat menambah wawasan.
BalasHapusalhamdulillah bisa menambah wawasan
HapusSeperti yang bapak tirmidzi katakan. Tidak harua percaya. Karena yang mengabulkan do'a hanya Allah SWT.
BalasHapusiya benar, harus lebih percaya dengan Sang Maha Pencipta
HapusUnik...
BalasHapushehehe
Hapuswoooowww luar biasa.....
BalasHapus